Ciri-Ciri Leukimia Akut

Leukimia akut merupakan suatu penyakit yang serius, berkembang dengan cepat dan apabila tidak diterapi dapat menyebabkan kematian dalam waktu beberapa minggu atau bulan. Leukimia akut dapat mempengaruhi jalur perkembangan sel limfoid (leukemia limfoblastik akut atau acute lymphoblastic leukaemia/ALL) atau  jalur perkembangan sel myeloid (leukemia myeloid akut atau acute myeloid leukaemia /AML).  ALL lebih sering terjadi pada anak-anaik dengan insidensi yang paling tinggi pada usia 4 tahun. Sebaliknya, AML lebih seiring terjadi dengan bertambahnya usia, dengan insidensi yang paling tinggi pada usia 70 tahun. Pada sebagian besar pasien, penyebab leukemia akut tidak dapat ditentukan walaupun infeksi dapat berperan dalam terjadinya ALL  pada masa kanak-kanak. Pemaparan terhadap obat sitotoksik, radiasi, dan beberapa zat kimia seperti benzene meningkatkan kemungkinan terjadinya ciri-ciri leukemia akut. Beberapa penyakit hematologis kronis, seperti mielodisplasia, mielofibrosis dan hemoglobinuria nocturnal paroksismal (PNH),  memiliki kemungkinan besar untuk berubah menjadi AML.

Ciri-ciri leukemia akut biasanya terjadi setelah beberapa minggu dan dapat dibedakan menjadi tiga tipe:

  1. Gejala kegagalan sumsum tulang merupakan manifestasi keluhan yang paling umum. Leukimia menekan fungsi sumsum tulang, menyebabkan kombinasi dari anemia, leucopenia (jumlah sel darah putih rendah), dan trombositopenia (jumlah trombosit rendah). Gejala yang tipikal adalah lelah dan sesak napas (akibat tromboitopenia dan terkadang akibat koagulasi intravascular diseminata (DIC). Pada pemeriksaan fisis ditemukan kulit yang pucar, beberapa memar, dan pendarahan. Demam menunjukkan adanya infeksi, walaupun pada beberapa kasus, demam dapat disebabkan oleh leukemia itu sendiri. Namun, cukup berbahaya apabila kita menganggap bahwa demam yang terjadi merupakan akibat leukemia itu sendiri. Limfadenopati, apabila ditemukan, biasanya volumenya kecil dan lebih khas pada ALL daripada AML.
  2. Gejala sistemik berupa  malaise, penurunan berat badan, berkeringat, dan anoreksia cukup sering terjadi.
  3. Gejala local,  terkadang pasien datang  dengan gejala atau tanda infiltrasi leukemia dikulit , gusi atau system saraf.

Pasien yang baru didiagnosis mengalami ciri-ciri leukemia akut biasanya berada dalam keadaan sakit perut dan rentan terhadap infeksi berat dan atau pendarahan.Prioritas utamanya adalah resusitasi menggunakan antibitol dosis tinggi intravena untuk melawan infeksi,, transfuse trombosit atau plasma beku segar (fresh frozen plasma) untuk mengatasi pendarahan, dan transfuse darah untuk mengatasi anemia. Penggunaan antibiotic dalam situasi ini adalah tindakan yang tepat walaupun demam yang terjadi ternyata merupakan akibat dari penyakit itu sendiri dan bukan akibat infeksi. Lebih mudah menghentikan pemberian antibiotic daripada menyelamatkan pasien dengan syok dan septicemia yang telah dibiarkan tanpa terapi antibitok.

Terapi definitive leukemia akut adalah dengan kemoterapi sitotoksik  menggunakan kombinasi obat multipel. Protokol persisnya berbeda dalam penanganan ALL dan AML. Obat sitotoksik bekerja dengan berbagai mekanisme namun semuanya dapat menghancurkan sel leukemia.

 

 


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Ciri Ciri Leukemia and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *